Senin, 26 Desember 2011
Dimensi Waktu Menurut Al-Qur'an
Asal mula alam semesta digambarkan dalam Al Qur'an pada ayat berikut: "Dialah pencipta langit dan bumi." (Al Qur'an, 6:101)
Keterangan yang diberikan Al Qur'an ini
Maha suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka, maupun dari apa yang mereka tidak ketahui” (QS. Yaa-Siin : 36).
Bukan hanya merupakan sekedar sangkaan bahwa kebanyakan dari umat manusia memang tidak mengetahui tentang tingkat-tingkat dimensi waktu. Contoh yang paling jelas yaitu dengan adanya istilah “Kemasukan Roh”. Dengan adanya istilah yang salah kaprah tersebut, saya menyimpulkan bahwa banyak dari kita, cuma mengetahui satu dimensi waktu yang menjadi pembatas alam kasar dan alam halus. Secara jelas dikatakan bahwa semua makhluk halus baik itu jin, syaitan maupun malaikat dan juga roh berada dalam satu alam. Untuk para ilmuwan hal itu masuk akal dan alasannya sangat kuat disebabkan menurut rumus ruang waktu Einstein bahwa dimensi waktu itu cuma satu, batasnya yaitu kecepatan cahaya.
Sampai sekarang ini para ilmuwan tidak mengetahui bahwa cacatnya teori ruang waktu Einstein itu adalah pada persoalan tersebut. Teori kenisbian Einstein menyatakan, alamraya kita diibaratkan sebaai alam empat dimensi, yaitu tiga dimensi ruang dan satu dimensi waktu. Sedangkan pada Surat Yaa-Siin : 36 di atas menyatakan adanya pasangan dari dimensi ruang waktu. Dengan adanya petunjuk dari ayat inilah saya menemukan rumus pasangannya, yang menunjukkan cacatnya rumus Einstein,sampai dengan bisa membongkar rahasia alam perjalanan Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan jalan menembus dimensi waktu yang tafsirnya berbeda dengan tafsiran para ilmuwan.
Rumusan penemuan saya yaitu tiga dimensi waktu dan satu dimensi ruang, x=0 yang mempunyai fungsi delta yang tak terbatas yang dalam prosesnya menghasilkan satu ruang gema atau ruang cermin bayangan dari dimensi ruang waktu
-x
(x) dx= 1d
x
(x) dx= 1d
x
Dari rumus ini dapat diketahui tiga dimensi waktu itu yaitu tiga dimensi rembesan gravitasi dan satu dimensi bentangan ruang. Sebab menurun ramalan Einstein rembesan gravitasi itu yaitu gangguan perjalanan ruang mirip gelombang dalam kecepatan cahaya, dan membawa tenaga yang bakal dihasilkan kalau benda menjadi cepat dalam cara yang benar. Rembesan ini merupakan gaya-gaya yang bergerak pada sudut siku-siku pada arah perjalanan gelombang yang mana hasil dari gerakannya berbanding dengan jarak terpisahnya benda-benda. Jelasnya, rembesan gravitasi yaitu “besaran” gelombang gravitasi yang mempengaruhi atau membatasi gerakan dengan/atau percepatan benda-benda.
Dalam istilah populernya, rembesan gravitasi yang selanjutnya disebut dengan gelombang gravitasi itu adalah batas tenaga yang menjadi pembatas cepatnya gerakan benda-benda bebas. Tenaga pembatas ini dalam garis besarnya menjadi tiga dimensi gelombang yaitu gelombang tenaga kecepatan suara dan pembatas kecepatan cahaya yaitu gelombang panas tanpa batas yang membatasi ruang waktu dan ruang tanpa waktu.
Menurut penelitian mesin pemercepat zarah, tiga jenis tenaga gelombang pembatas ini yaitu nuklir lemah gaya elektromagnet dan gaya nuklir kuat. Dimensi suara atau alam suara yaitu alam manusia yang kasar. Alam setengah kecepatan cahaya atau alam kedap suara yaitu alam atom alam jin, sebab jin hidupnya pada alam tanpa suara dikarenakan tidak ada udara. Alam kecepatan cahaya yaitu alam inti atom atau menurut Al-Quran adalah alam malakut (alam malaikat dan syaitan), sebab malaikat dan syaitan itu terbuat dari cahaya dan sinar. Alam keempat atau alam ruang tanpa waktu yang dalam fisika nuklir disebut dengan alam quark, diisi oleh roh.
Di sini jelas, dimensi waktu menentukan wukud dan umur dari makhluk hidup yang mendiaminya. Makhluk yang mendiami alam kecepatan cahaya yang dikendalikan oleh gaya gravitasi, wujudnya paling kasar dan umurnya pendek, sebab kecepatan ruang waktu yang didiaminya paling lambat, waktu berlangsung paling cepat sampai dengan selang ruang waktunya luas sekali. Makhluk yang mendiami alam tanpa suara yang dikendalikan oleh gaya nuklir lemah wujudnya halus serta umurnya panjang sekali, sebab dari ruang yang didiaminya cepat sekali, waktu berlangsungnya sangat lambat sehingga selang waktunya sedikit sekali.
Makhluk yang mendiami alam kecepatan cahaya, yang dikendalikan oleh gaya elektromagnet, wujudnya sangat halus, serta umurnya sama dengan umur ruang waktu atau seumur dengan dunia, matinya pada waktu kiamat sebab ruang yang didiaminya sama dengan kecepatan waktu, waktu menjadi sedikit tanpa batas atau beku, sampai dengan selang waktunya menjadi nol. Makhluk yang mendiami ruang tanpa waktu tidak mempunyai wujud menurut penglihatan makhluk yang berwujud, sebab ruangnya terbalik dengan ruang waktu, makhluk-makhluknya menjadi anti wujud.
Dari rincian diatas kita mendapatkan suatu kepastian cerita tentang Isra-Mi’raj Nabi Muhammad SAW bertemu dengan roh-roh para nabi itu mustahil, sebab roh itu tidak berwujud, tidak akan terlihat oleh makhluk ruang waktu, jangankan oleh nabi malahan oleh syaitan dan malaikat pun tidak akan terlihat, kenyataan ini sejalan dengan keterangan Al-Quran :
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh, maka katakanlah roh itu termasuk urusan Tuhanku dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”
(QS. Al-Isra : 85).
(QS. Al-Isra : 85).
Roh itu pasangan dari wujud, yang wujudnya sama dengan jasad yang ditinggalkannya, hanya dalam bentuk negatif, tidak berbeda dari foto dan klisenya. Oleh sebab itu roh dari seseorang tidak akan dapat memasuki pada orang lainnya sebab tidak seukuran. Satu roh hanya untuk jasad yang ditinggalkannya, jadi istilah kerasukan roh adalah mustahil.
Malaikat mustahil mengganggu makhluk lainnya, sedangkan syaitan memang kerjanya selalu mengganggu, tetapi menurut teori berputarnya zarah inti atom, syaitan itu merupakan makhluk jenuh, mereka tidak akan bisa menembus dimensinya, sebab tidak dapat mengurangi kecepatan berjalannya, sedangkan dimensi manusia itu sangat lambat. Paling juga syaitan hanya bisa lewat menembus atau merasuki yang dilewatinya, jadi tidak salah peribahasa orang tua yang mengatakan “kerasukan syaitan”. Satu-satunya makhluk yang dapat merubah wujud yaitu jin. Sebab menurut penelitian mesin pemercepat zarah juga gaya nuklir lemah mempunyai sifat yang dapat berubah wujud. Al-Quran menyatakan bahwa jin dapat masuk kedalam urat darah manusia.
Jikalau kita masuk kedalam alam jin dalam waktu satu hari, maka sewaktu kita kembali ke alam manusia, menurut perhitungan alam manusia kita berdiam di alam jin itu selama 50 hari. Jadi dengan kata lain jika ingin awet muda maka diam saja kita di alam jin setahun, maka sewaktu kita kembali teman sebaya kita sudah lebih tua 50 tahun dari kita. Tetapi jikalau kita masuk ke alam malakut, maka tidak akan ada perbedaan dengan umur yang ditinggalkan. Inilah rahasia dari Dimensi Waktu.
TEKNOLOGI MANTERA
Tak dapat dipungkiri, suara, nyanyian, atau gelombang suara dalam ritmik tertentu mampu mempengaruhi emosional manusia. Seseorang bisa tenang saat dirinya mendengarkan sebuah lagu. Namun, ada orang yang sektika berubah menjadi gundah dan gelisah akibat mendengarkan lagu. Oleh karena itu jangan heran jika dalam kondisi tertentu, manusia bisa menangis, tertawa, bahkan meledak emosinya karena mendengar sebuah nyanyian. Seseorang juga bisa nekad membunuh karena emosionalnya (alam bawah sadarnya) mendadak terpengaruh akibat dari sebuah tembang yang didengarnya.
Penelitian tentang irama lagu, bunyi-bunyian atau yang kemudian disebut gelombang suara sebenarnya telah lama dilakukan di Amerika. Hasilnya sungguh mencengangkan, ternyata gelombang suara mampu mempengaruhi emosional manusia. Bahkan sejak dalam kandungan, emosional jabang bayi bisa dipengaruhi oleh nyanyian yang dibawakan ibunya. Bahkan secara tegas penelitian itu menyatakan; berbagai irama yang dihasilkan oleh musik-musik klasik memiliki gelombang suara yang terbaik untuk membentuk emosional calon bayi.
Tak hanya itu, penelitian di Negeri Paman Sam ini juga berhasil membuktikan betapa gelombang suara yang di-set pada frekwensi tertentu mampu membangkitkan hidden energy seseorang. Penelitian ini kemudian dikenal sebagai penelitian Metafisik Spiritual. Dengan mendengarkan gelombang suara pada frekwensi yang terprogram, seseorang bisa masuk ke alam bawah sadarnya (alpha, theta dan delta), tetapi masih dalam kontrol kesadaran. Pada saat itu seseorang mampu melakukan berbagai kegiatan yang tak mungkin bisa dilakukan pada saat dirinya dalam kesadaran penuh (beta). Fenomena ini di Indonesia lazim disebut orang dengan nama kesurupan, trance.
Alih-alih, penelitian orang asing itu sebenarnya mencoba mengilmiahkan berbagai fenomena trance yang banyak mereka lihat di negeri ini atau kawasan Asia Tenggara pada umumnya. Tak bisa dipungkiri, sebenarnya banyak orang asing yang merasa takjub saat mereka melihat orang Indonesia yang bertubuh kebal, atau bahkan bisa meragasukma hanya dengan melantunkan bait-bait mantera atau doa khusus. Bahkan mereka juga kagum saat para penari Bali memperagakan tariannya yang diakhiri dengan melakukan penusukan pada perut. Atau Kuda Lumping yang memakan beling pada saat pertunjukan tengah berlangsung dan Seni Debus yang mempertunjukkan seni yang benar-benar sensasional.
Dengan kata lain, sebenarnya, Penelitian Metafisik Spiritual di Amerika itu sama dengan meditasi yang dilakukan di Indonesia. Mereka hanya merubah metode menjadi ilmiah, tidak lagi menggunakan mantera, menyan atau semedi dalam goa. Mereka menggunakan pembangkitan dengan cara mendengarkan gelombang suara pada frekwensi yang sebelumnya telah diprogram. Tujuannya tak lain, untuk mempercepat proses pembangkitan indera ke-enam.
Perhatikan folklore, pada masa lalu, para Warok Ponorogo acap menggunakan madat pada saat mereka hendak melakukan ritual. Suatu upaya untuk mempercepat bersatunya cipta, rasa dan karsanya. Tapi segala hal berbau klenik itu tak dipergunakan para peneliti di Amerika. Mereka hanya perlu mendengarkan sebuah gelombang suara dari headphone. Dan, hasilnya sama dengan orang-orang sakti di negeri ini, mereka bisa kebal senjata, bisa menerawang masa depan bahkan bisa juga meragasukma.
Menurut para peneliti Metafisik dari negara Paman Sam, mantra adalah sebait kata yang jika dibaca dengan ritmik tertentu dapat menimbulkan gelombang suara yang dapat mempengaruhi alam bawah sadar dan keyakinan seseorang. Mereka kemudian mengadaptasi mantera menjadi sebuah gelombang suara yang mampu mempengaruhi kerja otak manusia diambang kesadaran. System ini kemudian mereka sebut dengan nama Alfa-theta mind program. Sebagai catatan, alam bawah sadar seseorang bekerja 24 jam sehari.
Alfa-theta mind program ini dilakukan dengan cara relaksasi diri dimana pada kondisi tersebut manusia dapat menyelaraskan gelombang pikiranya dengan gelombang alam semesta sehingga apabila hubungan atau vibrasi telah terjadi dengan gelombang mikrokosmik alam tersebut maka manusia tersebut dapat mewujudkan apapun yang diinginkan. Baik itu keinginan meningkatkan kemampuan supranatural (metafisika), keinginan untuk menjadi orang sakti dlsb.
Di masa lalu, bahkan masih acap terdengar sampai belakangan ini khususnya di pedesaan, kidungan Rumeksa Ing Wengi yang dilantunkan dengan tepat dan benar mampu membuat si pelantun beserta seluruh keluarganya terhindar dari marabahaya. Baik berupa gangguan makhluk halus, penyakit atau orang yang akan berbuat jahat. Sayangnya, apa-apa yang dilakukan oleh nenek moyang kita ini menjadi dogma semata. Tak banyak yang mau melakukan penelitian dengan cara akademik. Alhasil kesaktian nenek moyang kita pun punah digilas kemajuan teknologi.
Menurut Agus, untuk mengaplikasikan penemuan baru ini tidaklah sulit. Seseorang hanya membutuhkan sebuah CD Player dengan headphone steereo. Dengan itu kita bisa memutar sebuah CD dengan spesifikasi gelombang suara tertentu. Misalnya CD yang diprogram untuk meragasukma. Dengan ketekunan, keyakinan dan parah diri pada Tuhan maka seseorang dalam waktu relatif singkat dapat merasakan perubahan keadaan yang disebut sensasi rasa. Meski tubuhnya terduduk di dalam kamar, namun jiwa, roh dan rasanya dapat pergi ke mana pun ia mau.
Setelah diadaptasikan dengan kapasitas otak orang Indonesia terbentuk sebuah CD yang bisa membangkitkan indera ke-enam seseorang. Gelombang suara pada CD tersebut diset pada frekwensi khusus. Misalnya pada tingkatan Delta (Deep sleep/tidur nyenyak), frequency range-nya 0,5Hz-4Hz. Theta, Drowsiness (ambang akan terlelap), frequency range-nya 4Hz-8Hz. Alpha, Relaxed but alert (rileks dengan mata terpejam), frequency range-nya 8Hz-14Hz. Dan Beta, Highly alert and focused (keadaan sadar penuh), frequency range-nya 14Hz-30Hz. “Frequency range tersebut diperlukan untuk menyelaraskan otak kita.
Meski begitu, CD yang ia program itu hanya sebuah alat, keberhasilan dari alat itu sepenuhnya tergantung pada keyakinan seseorang. Sebab kemampuan bawah sadar seseorang dapat bekerja sesuai dengan besarnya keyakinan yang dimiliki. Selain itu, sebagai manusia yang beriman, kita percaya sepenuhnya bahwa segala hal yang terjadi di muka bumi ini adalah atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa (Alloh Subhanahu wata ‘ala). Begitu pun dengan pemikiran kita, alam bawah sadar kita sepenuhnya dikuasai oleh kekuasaan Tuhan. Jadi semakin kita dekat dengan Tuhan, maka semakin terpenuhilah segala keinginan kita.
Langgan:
Entri (Atom)